Assalamu’alaykum
So I got a bad
news last night. It is really tearing my heart into a pieces. Ga tau kenapa
rasanya nyelekit di ulu hati. Actually the news is not the problem here but the
result is ………… arghhhhhhh I can’t stand it
anymore. Perasaan since I enter the college life aku jadi bad luck gitu. So many
misadventures happened. Rasanya kecewa, marah, kesal, sedih, tertekan bercampur
jadi satu. Aku gatau hal apa yang menjadi faktor utama hingga menyebabkan “I deserve it”. Kalau misalnya
dibilang impossible kayanya possible deh. Mungkin memang ada hal-hal yang luput
dari aku sampai-sampai hasilnya begitu. Rasa yang paling menguasi aku saat ini
adalah rasa kecewa. Jujur aja aku udah ngelakuin semua yang aku bisa dan so far
aku yakin aku bakal dapat yang baik-baik gitu, soalnya emang effort yang udah
aku lakuin itu worth something better. Entah sistem penilaian apa yang
digunakan tapi aku sekarang merasa ada ketidakadilan di sini. Aku udah seclear
and clean mungking ngelakuin segalanya tapi kok masih ga seimbang ya sama
hasilnya? Siapa sih yang ga kecewa kalau hasil itu berkhianat dari proses. So apa
yang aku lakuin ini useless dong? Kalau pengen semena-mena kaya yang lain yang
ngehalalin segala cara to pass the tests sih aku agak gimana gitu soalnya emang
aku ga didik begitu. Tapi ya di sinilah terasa betapa hidup itu kejam. Di mana
yang suci itu ga akan bertahan lama karena yang noda sudah menguasai. Sebagai
muslim emang kita harus sabar dalam menghadapi cobaan dan sekarang aku lagi
mencoba itu. Walaupun sekarang masih ada sakit hatinya cause it’s still on
process to let it go.
Aku juga sedih
dan emosional tiap kali ingat masalah ini, gimana engga I broke my promise to
the one who I love the most in this planet. Ga kebayang nanti misalnya aku
ngasih tau yang sebenarnya bakalan gimana tanggapannya. She expected much from
me and I can’t make it, itu rasanya kaya aku udah ngebunuh “dia”. Ngebunuh semua
harapan dan ekspektasinya. Ngebunuh sesautu yang nanti bakalan jadi
kebanggaannya. I feel like imma failure. I can’t make her proud
of me. Aku cuma bisa ngabisin banyak hal aja darinya. Semua yang udah dia
korbanin, hal yang dia pasrahin. I can’t imagine her disappointed
face. I just want to give her all my best. I’m sorry, I can’t make it. I really
am sorry.
Mungkin emang nangis
ga bakal nyelesain masalah sedikitpun. Yah tapi mau gimana lagi ini semacam the
nature of me yang gampang banget nangisin sesuatu and I think ini memang
sesuatu yang harus aku tangisi. Capek sebenernya mendam emosi, amarah,
kekesalan tapi kan ga mungkin aku luapin ke setiap orang yang aku jumpa atau
yang ngajak ngomong di saat aku lagi dalam kondisi badmood ini. Aku ga mau jadi
pribadi yang egois dan negative kaya dulu aku kelas 10. Ga semua orang yang
dapat paham dan ngerti mood aku yang ga karuan and now the consequence is aku
harus pendam semuanya, telan sendiri and don’t let them know. Karena
menjaga hubungan baik yang ada di sekitar kita itu penting dan aku memilih mejadi
diri aku yang sekaran.g. Berusaha sebisa mungkin tetap positif dalam keadaan
apapun dan lebih menimbang sesuatu sebelum diucapkan atau dilakukan. And again,
this situation is an exceptional. Mau sepositif apapun aku tetap aja ada
pikiran-pikiran negative yang mencuri celah. I really do hope
Allah will grant all my prayers and give the best result. I do believe Allah is
the fairest. Dan aku harap ada keajaiban yang dapat melenyapkan kekecewaan ini.
Aamiin Ya Allah.
Wassalamu’alaykum




No comments:
Post a Comment