Wednesday, December 28, 2016

Broken-hearted

Assalamualaykum

So I got a bad news last night. It is really tearing my heart into a pieces. Ga tau kenapa rasanya nyelekit di ulu hati. Actually the news is not the problem here but the result is ………… arghhhhhhh I cant stand it anymore. Perasaan since I enter the college life aku jadi bad luck gitu. So many misadventures happened. Rasanya kecewa, marah, kesal, sedih, tertekan bercampur jadi satu. Aku gatau hal apa yang menjadi faktor utama hingga menyebabkan I deserve it. Kalau misalnya dibilang impossible kayanya possible deh. Mungkin memang ada hal-hal yang luput dari aku sampai-sampai hasilnya begitu. Rasa yang paling menguasi aku saat ini adalah rasa kecewa. Jujur aja aku udah ngelakuin semua yang aku bisa dan so far aku yakin aku bakal dapat yang baik-baik gitu, soalnya emang effort yang udah aku lakuin itu worth something better. Entah sistem penilaian apa yang digunakan tapi aku sekarang merasa ada ketidakadilan di sini. Aku udah seclear and clean mungking ngelakuin segalanya tapi kok masih ga seimbang ya sama hasilnya? Siapa sih yang ga kecewa kalau hasil itu berkhianat dari proses. So apa yang aku lakuin ini useless dong? Kalau pengen semena-mena kaya yang lain yang ngehalalin segala cara to pass the tests sih aku agak gimana gitu soalnya emang aku ga didik begitu. Tapi ya di sinilah terasa betapa hidup itu kejam. Di mana yang suci itu ga akan bertahan lama karena yang noda sudah menguasai. Sebagai muslim emang kita harus sabar dalam menghadapi cobaan dan sekarang aku lagi mencoba itu. Walaupun sekarang masih ada sakit hatinya cause its still on process to let it go.

Aku juga sedih dan emosional tiap kali ingat masalah ini, gimana engga I broke my promise to the one who I love the most in this planet. Ga kebayang nanti misalnya aku ngasih tau yang sebenarnya bakalan gimana tanggapannya. She expected much from me and I cant make it, itu rasanya kaya aku udah ngebunuh dia. Ngebunuh semua harapan dan ekspektasinya. Ngebunuh sesautu yang nanti bakalan jadi kebanggaannya. I feel like imma failure. I cant make her proud of me. Aku cuma bisa ngabisin banyak hal aja darinya. Semua yang udah dia korbanin, hal yang dia pasrahin. I cant imagine her disappointed face. I just want to give her all my best. Im sorry, I cant make it. I really am sorry.

Mungkin emang nangis ga bakal nyelesain masalah sedikitpun. Yah tapi mau gimana lagi ini semacam the nature of me yang gampang banget nangisin sesuatu and I think ini memang sesuatu yang harus aku tangisi. Capek sebenernya mendam emosi, amarah, kekesalan tapi kan ga mungkin aku luapin ke setiap orang yang aku jumpa atau yang ngajak ngomong di saat aku lagi dalam kondisi badmood ini. Aku ga mau jadi pribadi yang egois dan negative kaya dulu aku kelas 10. Ga semua orang yang dapat paham dan ngerti mood aku yang ga karuan and now the consequence is aku harus pendam semuanya, telan sendiri and dont let them know. Karena menjaga hubungan baik yang ada di sekitar kita itu penting dan aku memilih mejadi diri aku yang sekaran.g. Berusaha sebisa mungkin tetap positif dalam keadaan apapun dan lebih menimbang sesuatu sebelum diucapkan atau dilakukan. And again, this situation is an exceptional. Mau sepositif apapun aku tetap aja ada pikiran-pikiran negative yang mencuri celah. I really do hope Allah will grant all my prayers and give the best result. I do believe Allah is the fairest. Dan aku harap ada keajaiban yang dapat melenyapkan kekecewaan ini. Aamiin Ya Allah.

Wassalamualaykum

No comments:

Post a Comment